Pelangi Puisi
pelangipuisi.bsky.social
Pelangi Puisi
@pelangipuisi.bsky.social
Menghadirkan puisi-puisi yang abadi
Aku semakin larut
Dalam rinduku
Karena aromamu telah
Mengalir di denyut nadiku
April 22, 2026 at 12:18 PM
Hujan dan kopi selalu mengingatkan tentangmu
Karena aroma kopimu
Telah mengalir di denyut nadiku
April 5, 2026 at 7:49 AM
Tak ada yang ditahan,
tak ada yang diminta
aku belajar seperti bunga.
Di kelopak yang terbuka,
tenang
kupu-kupu singgah dan
pergi mengambil sari 
dan ia tetap indah memberi.

( wansoetadji )
April 3, 2026 at 5:52 AM
Tatapanmu adalah warna yang tercipta dari cahaya senja
Hingga anak-anak rinduku
Lahir di cakrawala
March 31, 2026 at 7:38 AM
Aku ingin menjadi sungai
Yang mengalir
Di denyut nadimu
March 30, 2026 at 7:35 AM
Kita ini secangkir kopi
Kamu cangkirnya, aku kopinya.
Peminumnya adalah malam, hujan, puisi.

( Jokpin )
March 28, 2026 at 7:41 AM
Dalam kesunyian yang tenang, anggrek mendesah lembut,
Gema lembut dari matamu yang jauh,
Setiap kelopak menyimpan kehangatan yang pernah kita bagi,
Kerinduan sunyi melayang di udara.
March 27, 2026 at 7:49 AM
seolah waktu ialah
sampan

di bandar,
seseorang meracau tentang
pulau malam di ujung lautan.

di pantai,
kau lihat seseorang menangis dalam kehilangan yang kekal.

menjelang berlayar, kau menyanyi untuk memberanikan diri
mencintai badai.

( Diesone__ )
February 3, 2026 at 7:54 AM
kucintai setiap yang tumbuh
di dalam diri—meski kupahami:
kecantikan tak hadir sendiri
sebagaimana kuntum mawar
dipikul tangkai berduri
di mana wangi dan perih membelit
bertambat dalam satu dekapan.

( detakmimpi )
January 31, 2026 at 8:08 AM
Deras hujan, mengusik kemarau yang tak lagi mampu menahan kesedihan. Di antara gemetar daun yang gugur, angin tak menemukan apa pun kecuali harapan yang samar. Yang akhirnya, cinta hanya seluas musim, bagi luka berikutnya.

( Ternyata74 )
January 24, 2026 at 6:04 AM
kau lihat perahu kertas menopang kesunyian, demikian rindu adanya. bahwa tak mampu kau jangkau kekasih, lebih jauh dari lenganmu.
lalu buat apa cinta diciptakan?

( Darrymore_ )
January 22, 2026 at 10:49 PM
Kali ini, cahaya matamu menyamar sebagai pagi, yang menyibak pintu tanpa mengetuk, namun begitu lembut mengantar rindu.

( handahamza )
January 21, 2026 at 10:48 PM
telah kupahami gelagat musim
dari yang berhujan hingga berangin
tak pernah kutemui
pada keduanya
yang menusukkan dingin
lebih dalam dari sunyi
— kehilangan

( @detakmimpi_ )
January 19, 2026 at 9:06 AM
Menghapus seribu peta, jalan menuju ibu tak hilang arah. Karena di wajah dan kakiku, mata tumbuh menuntun cinta pada rumahnya.

( lloveelyy )
January 18, 2026 at 7:59 AM
Pagi berkabut menyelimuti langkah yang ragu,
Embun menyimpan janji di ujung waktu.
mentari pasti bangkit,
Selalu ada harapan cerah bagi hati yang tabah
January 16, 2026 at 8:55 AM
Senja terlipat di kaca jendela,
gerimis menulis rindu di udara.
Langit basah memeluk cahaya terakhir,
dan hujan menyimpan pulang yang tertunda.

( ar_goem )
January 15, 2026 at 10:26 AM
sunyi malam ini
aku meyakinkan diri
jejak bulan itu masih ada
di antara patahan ranting
menggantung dalam hening.

(Lily Luna Lyra)
January 14, 2026 at 7:56 AM
sudah terlalu jauh
waktu, membawamu lupa
pada mekar mawar
yang dicium angin.

sedang seekor lebah
yang ada di kelopaknya jatuh.

( soemantrie_)
January 13, 2026 at 7:19 AM
Dengan cinta;
ada doa di langit
segenap rasa mengalir;
aku berteduh di matanya
berselimut di jantungmu
hangatkan kenangan
untuk gigil yang panjang
sepanjang kisah ...
pernah kita genggam
dan ingin kuukir sepanjang ingatan
di kota kecil ini.

( enesaarihta1 )
January 12, 2026 at 7:44 AM
aku tak benar-benar paham
siapa kau sesungguhnya
lelaki bermata cahaya
yang kukenal sebagai semesta

barangkali nanti
januari akan berwarna-warni
dalam larik-larik aksara
membingkai gombal berbagai khayal
sajak liris berjudul mimpi.

( diandrasafa )
January 10, 2026 at 7:38 AM
Reposted by Pelangi Puisi
Nasi gudeg
sweet jackfruit stew and rice
Indonesian food
#GoodLunch
#kulineria
#Makanyuk
January 9, 2026 at 4:27 AM
Yang fana adalah waktu. Kita abadi:
memungut detik demi detik, merangkainya seperti bunga
sampai pada suatu hari
kita lupa untuk apa.
“Tapi, yang fana adalah waktu, bukan?”
tanyamu.
Kita abadi.

( SDD )
January 9, 2026 at 9:22 AM
Musim-musim silih berganti menopang waktu
Daun tumbuh dan gugur menghormati keberadaanmu
Bentang luas langit menjatuhkan bintang saat engkau berdoa
Di sana harapan pernah ditulis dengan kata-kata patah dan mata berkaca.

( SastraPustaka )
January 8, 2026 at 10:27 AM
Kuberikan kau keindahan sebuah laut
Dan kau asingkan dengan ombak dukamu
( Panji K H )
January 7, 2026 at 7:45 AM
matamu, lengang pantai terpencil
dengan langit senja, menaungi.
di tepiannya, bergeming aku walau asing
selama, jarum waktu patah seluruh.

( tserabie )
January 6, 2026 at 7:49 AM