#$NAKES
Krisis Pelayanan Medis: Pemkot Bekasi Kekurangan 2.000 Tenaga Kesehatan, Rekrutmen Terganjal Aturan Pusat

​Pemerintah Daerah (Pemkot Bekasi) saat ini mengalami defisit sekitar 2.000 tenaga kesehatan (nakes) untuk mencapai standar pelayanan ideal. ​Total nakes yang tersedia berjumlah hampir 10.000…
Krisis Pelayanan Medis: Pemkot Bekasi Kekurangan 2.000 Tenaga Kesehatan, Rekrutmen Terganjal Aturan Pusat
​Pemerintah Daerah (Pemkot Bekasi) saat ini mengalami defisit sekitar 2.000 tenaga kesehatan (nakes) untuk mencapai standar pelayanan ideal. ​Total nakes yang tersedia berjumlah hampir 10.000 orang, namun distribusinya tidak merata karena masih terdapat surplus bidan, namun kekurangan dokter dan perawat. ​Proses rekrutmen nakes terkendala aturan pusat yang melarang penggunaan APBD secara langsung, kecuali melalui mekanisme Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
rakyatbekasi.com
September 30, 2026 at 11:08 AM
Wisuda 1.288 Mahasiswa, Poltekkes Yogya Bekali Skill Nonteknis ke Calon Nakes
Oleh Pandangan Jogja
kumparan.com
September 30, 2026 at 10:23 AM
The main difference btw Bluesky and the UMich Diag circa 1997 is more Stalinist Tankies, fewer Trotskyists and religious heretics, and the Maoists go with USians as opposed to United #$NAKES of America.

(The Trotskyite vs. Maoist pamphleteering was something, and mostly a Boomer vs. Gen X thing).
September 29, 2026 at 9:37 PM
DPR Sebut Gaji Guru dan Nakes PPPK Ditanggung Pusat dalam APBN
DPR Sebut Gaji Guru dan Nakes PPPK Ditanggung Pusat dalam APBN
Gaji guru dan nakes PPPK daerah akan ditanggung pemerintah pusat melalui RAPBN 2027 senilai Rp23 triliun, menurut kesepakatan DPR dan pemerintah.
www.idntimes.com
September 29, 2026 at 4:27 AM
IPAS Soroti Stigma Nakes Hambat Layanan Aborsi Korban Perkosaan
IPAS Soroti Stigma Nakes Hambat Layanan Aborsi Korban Perkosaan
IPAS menyoroti stigma terhadap aborsi dan korban kekerasan seksual yang menghambat akses layanan kesehatan. Sebagian tenaga kesehatan masih mempertanyakan status korban, sementara kuretase tajam disebut masih digunakan. Pembiayaan menjadi persoalan karena BPJS tidak menanggung layanan kesehatan terkait korban kekerasan atau akibat tindak pidana. This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team. Jakarta, IDN Times - Direktur Eksekutif Yayasan IPAS Indonesia dr. Marcia Soumoki menyoroti stigma terhadap aborsi dan korban kekerasan seksual yang masih menjadi hambatan dalam mengakses layanan kesehatan. Dia mengatakan pemahaman tenaga kesehatan turut dipengaruhi stigma yang berkembang di masyarakat. “Jadi stigma terhadap aborsi memang masih tinggi. Masih sulit melihat aborsi itu adalah ya salah satu bentuk layanan kesehatan, gitu kan, yang bisa menjadi opsi, karena itu opsi, opsional,” ujar Marcia dalam Media Briefing Memperingati Hari Aborsi Aman Internasional dan Hari Internasional untuk Akses Universal terhadap Informasi, di Jakarta, Senin (28/9/2026). [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial Marcia mengatakan stigma tidak hanya melekat pada aborsi, tetapi juga korban kekerasan seksual. Dia menemukan masih ada tenaga kesehatan yang mempertanyakan status korban, termasuk dengan menganggap hubungan seksual terjadi atas dasar suka sama suka. “Ketika dia enggak percaya ini adalah korban, bagaimana dia akan memberikan layanan aborsi kepada korban kekerasan seksual?," katanya. 2. Kuret tajam masih digunakan Selain stigma, Marcia menyoroti kualitas layanan kesehatan untuk aborsi dan asuhan pascakeguguran. Dia menyebut praktik kuretase tajam masih digunakan, meski menurutnya metode tersebut sudah tidak direkomendasikan WHO sejak 2012. “Jadi memang kita masih punya masalah bagaimana memastikan tadi layanan yang aman dan berkualitas," katanya 3. BPJS tak tanggung layanan korban Marcia juga menyoroti persoalan pembiayaan. Dia menyebut BPJS tidak menanggung layanan kesehatan yang berkaitan dengan korban kekerasan atau akibat tindak pidana. Kondisi ini dinilai menjadi persoalan ketika negara ingin memastikan korban kekerasan seksual memperoleh layanan kesehatan. “BPJS tidak meng-cover layanan kesehatan untuk korban kekerasan atau akibat tindak pidana," kata dia.
www.idntimes.com
September 28, 2026 at 2:06 PM
ONCE A MONTH NAKES ME REALLY HAPPY

RIP Doran for moving on from BL before this
September 28, 2026 at 12:45 PM
We love a consort who is not afraid to ruin her nai- is she nakes under the apron??
September 27, 2026 at 1:44 AM
September 26, 2026 at 2:55 PM
giving as much space as needed for nakes i hope they give me a medal
September 25, 2026 at 8:30 AM
You call him nakes but can't show anything that backs them up. Now you're mad at me because i asked you to! That's on you.

But please, feel free to jog on any time!

Why are you so concerned about being perceived as antisemtic? Do you get that a lot?
September 24, 2026 at 9:03 PM