#Transisi
Google Akan Hentikan Dukungan Chrome OS Usai Luncurkan Googlebook – CNN Indonesia – https://bit.ly/3Ta3o04 – #Opsitek #Techno #Tekno

September 30, 2026 at 01:30PM Google mengumumkan transisi dari Chrome OS ke Googlebook OS usai merilis lini laptop terbarunya. (Foto: Tangkapan layar web google.com)…
Google Akan Hentikan Dukungan Chrome OS Usai Luncurkan Googlebook – CNN Indonesia – https://bit.ly/3Ta3o04 – #Opsitek #Techno #Tekno
September 30, 2026 at 01:30PM Google mengumumkan transisi dari Chrome OS ke Googlebook OS usai merilis lini laptop terbarunya. (Foto: Tangkapan layar web google.com) Jakarta, CNN Indonesia -- Google mengumumkan arah transisi dari Chrome OS menuju Googlebook OS setelah meluncurkan lini perangkat Googlebook. Sistem operasi baru Googlebook OS disebut menggabungkan teknologi ChromeOS dan Android untuk mendukung pengalaman lintas perangkat, aplikasi native, serta fitur produktivitas cerdas.
pastibaca.wordpress.com
September 30, 2026 at 7:00 AM
asli ini mah masih transisi
June 12, 2024 at 7:27 PM
transisi dari x ke sini rasanya menguras energi heuh
June 20, 2024 at 2:49 PM
Jejaring elit dlm proyek energi bersih memperlihatkan skema transisi energi di Indonesia msh didominasi kepentingan politik & ekonomi.Pendekatan berbasis etika & keadilan sosial belum menjadi acuan utama,sementara aspek keberlanjutan sering dikalahkan o/kepentingan modal magdalene.co/story/elit-k...
Transisi Energi Tersandera Elit, Janji Hijau cuma ‘Omon-omon’?
Proyek transisi energi bersih banyak disusupi oleh para elit yang membuat masyarakat adat dan lokal justru makin terpinggirkan…..
magdalene.co
October 12, 2025 at 3:35 PM
Strategi Mental Bangun Pagi Tanpa Mengantuk Melalui Pengurusan Transisi Tidur

https://www.wanfar.com/strategi-mental-bangun-pagi-tanpa-mengantuk/
Strategi Mental Bangun Pagi Tanpa Mengantuk Melalui Pengurusan Transisi Tidur
Cara mengatasi inersia tidur dan membina strategi mental yang berkesan untuk bangun pagi dengan lebih segar dan bertenaga.
www.wanfar.com
September 27, 2026 at 11:55 AM
Mumpung mau transisi pemerintahan, sepertinya kita harus mengubah nama kementrian agar fresh. Misalnya, "Kementrian Pendidikan" kita ganti jadi "kementrian Akademik Indonesia" (KEMAKI)
October 1, 2024 at 7:56 AM
Tourist island Bali relies on disruption-prone underwater cables for electricity. Recent blackouts have boosted the case for Bali's energy independence through decentralized renewables, says 350 Indonesia's Suriadi Darmoko in this @mongabayid.bsky.social story.

www.mongabay.co.id/2025/05/10/b...
Bali Gelap, Menagih Kembali Transisi Energi Bersih
Bali kembali alami blackout. Sejumlah pihak ingatkan peristiwa itu pada ambisi Pemprov Bali untuk dorong transisi energi lebih massif
www.mongabay.co.id
May 13, 2025 at 9:38 AM
Transisi dari Chatbot ke AI Agent: Mengapa Arsitektur "Agentic" adalah Masa Depan Software Engineering
# Transisi dari Chatbot ke AI Agent: Mengapa Arsitektur "Agentic" adalah Masa Depan Software Engineering Beberapa tahun terakhir, kita semua terbiasa dengan pola interaksi "prompt-response". Kita memberikan input, LLM memberikan jawaban. Sederhana, namun terbatas. Chatbot, sehebat apa pun, pada dasarnya adalah mesin prediksi teks yang sangat canggih. Masalah muncul ketika kita menginginkan AI yang tidak hanya bisa "berbicara", tetapi bisa "bekerja". Di sinilah konsep AI Agent mulai mengambil alih. ### Apa Bedanya Chatbot dengan AI Agent? Jika chatbot adalah seorang konsultan yang memberi tahu Anda cara memperbaiki pipa bocor, maka AI Agent adalah tukang ledeng yang datang ke rumah, membawa peralatan, mendiagnosa kebocoran, dan memperbaikinya sampai tuntas. Perbedaan utamanya terletak pada **otonomi** dan **loop eksekusi**. Chatbot bekerja secara linear: User $\rightarrow$ LLM $\rightarrow$ Output. Sementara AI Agent bekerja dalam sebuah loop: Goal $\rightarrow$ Planning $\rightarrow$ Action $\rightarrow$ Observation $\rightarrow$ Re-planning $\rightarrow$ Goal Achieved. Agentic workflow memungkinkan AI untuk menggunakan tools. Ia bisa memanggil API, menjalankan skrip Python, membaca database, atau bahkan browsing web untuk memverifikasi informasi sebelum memberikan jawaban akhir. ### Tantangan System Design dalam Membangun Agent Membangun sistem agentic bukan sekadar membungkus LLM dengan loop `while True`. Ada tantangan arsitektur yang cukup berat yang harus dihadapi oleh software engineer. **1. State Management dan Memori** Agent membutuhkan memori jangka pendek (untuk melacak langkah yang sudah diambil dalam satu task) dan memori jangka panjang (untuk mengingat preferensi user atau hasil dari task sebelumnya). Implementasi Vector Database seperti PostgreSQL dengan pgvector atau MongoDB Atlas Vector Search menjadi krusial di sini untuk menyimpan "pengalaman" agent secara efisien. **2. Tool Definition dan Error Handling** Memberikan tool kepada AI adalah seperti memberikan senjata kepada anak kecil jika tidak ada pengaman. Bagaimana jika agent memanggil fungsi `delete_user()` secara tidak sengaja? Kita membutuhkan lapisan validasi (guardrails) dan human-in-the-loop untuk aksi-aksi yang bersifat destruktif. **3. Loop Halusinasi (Infinite Loops)** Ada risiko di mana agent terjebak dalam loop: mencoba sebuah tool $\rightarrow$ gagal $\rightarrow$ mencoba tool yang sama lagi dengan prompt yang hampir mirip $\rightarrow$ gagal lagi. Menentukan "stop condition" yang cerdas adalah bagian tersulit dari desain agentic. ### Mengapa Ini Relevan bagi Kita Sekarang? Jika kita melihat perkembangan framework seperti LangGraph, CrewAI, atau AutoGPT, trennya jelas: kita sedang bergerak menuju sistem di mana AI menjadi "orkestrator". Sebagai developer, peran kita akan bergeser. Kita tidak lagi hanya menulis fungsi bisnis, tetapi mendesain "lingkungan" di mana AI Agent bisa beroperasi dengan aman. Kita akan lebih banyak berkutat pada desain API yang _agent-friendly_ , pembuatan dokumentasi tool yang presisi, dan pengawasan terhadap efisiensi token serta latensi eksekusi. ### Menatap Masa Depan Ke depan, saya rasa kita tidak akan lagi menggunakan aplikasi yang terdiri dari banyak menu dan tombol yang rumit. Interface-nya akan menjadi minimalis—mungkin hanya satu kolom input atau perintah suara—namun di belakangnya ada sekumpulan agent yang saling berkoordinasi untuk menyelesaikan permintaan kita. Satu agent mencari data di PostgreSQL, agent lain memprosesnya dengan Golang service, dan agent ketiga memformat hasilnya menjadi laporan yang rapi. Pertanyaannya sekarang, apakah kita sudah siap membangun infrastruktur yang cukup stabil untuk menopang otonomi seperti ini, atau kita justru akan kewalahan mengelola "karyawan digital" yang bisa bekerja ribuan kali lebih cepat dari kita namun tetap bisa melakukan kesalahan fatal?
dev.to
September 29, 2026 at 11:51 PM
Kerja Sama dengan InJourney Berakhir, Gudang Garam Kelola Bandara Dhoho
KSO dengan InJourney Berakhir, Gudang Garam Kelola Bandara Dhoho
Pemerintah memastikan Bandara Dhoho tetap beroperasi selama transisi bertahap, dengan SDHI memenuhi persyaratan keselamatan, keamanan, pelayanan, sertifikasi, dan regulasi.
www.fortuneidn.com
September 30, 2026 at 7:59 AM
transisi media sosial udah sering ngalami. ada yang benar benar berganti, ada juga yang bertahan.
jadi... ya... udah.
ngikut aja kita
June 8, 2024 at 9:16 AM
Seeing lots of headlines about Indonesia... 🇮🇩

Here's what the press release from the Coordinating Ministry of Economic Affairs says.

By 2040, Indonesia targets reducing coal (batu bara) 33%, increasing renewable energy 42% + increasing renewable capacity by 75 GW.

Indo Blue-sky gimana kabar lo?
Menko Airlangga Hadiri Peluncuran Global Clean Power Alliance: Potensi Baru Dukungan Transisi Energi Bagi Indonesia - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia
Menko Airlangga Hadiri Peluncuran Global Clean Power Alliance: Potensi Baru Dukungan Transisi Energi Bagi Indonesia
www.ekon.go.id
November 21, 2024 at 11:35 PM